Macam Jenis Balance Roda Dan Manfaatnya

#CarBalance #BanMobil #RodaMobil

Balance Roda Ban Mobil | Menjaga roda untuk tetap balance akan memberikan manfaat kepada performa ban yang optimum.

Keuntungan yang lain adalah pengemudian yang halus meningkatkan kenyamanan pengemudian dan mengoptimumkan usia pemakaian ban. Dalam hal ini balancing roda turut andil dalam memperlambat keausan ban.

Macam jenis balance roda ban mobil

Balance statis.

Roda akan tidak balance statis apabila pada roda tersebut terdapat titik yang terlalu berat atau terlalu ringan. Spot massa pada ban akan menjadikan ban bergulir/berputar secara tidak merata. Kondisi ini  megakibatkan timbul gerakan naik-turun pada poros saat roda berputar.

Balance dinamis

Balance dinamis terjadi ketika ada beban yang tidak merata pada satu atau kedua sisi tengah lateral ban dan velg, sehingga menghasilkan goyangan sisi ke sisi ban. Ini mengakibatkan roda meliuk-liuk atau berputar sambil oleng, hal ini yang menyebabkan steer menjadi shimmy.

Ketidakseimbangan statis menciptakan hop atau getaran vertikal. Ketidakseimbangan dinamis menciptakan gerakan sisi ke sisi atau bergoyang-goyang. Umumnya roda memiliki kedua jenis ketidakseimbangan, dan memerlukan keseimbangan dinamis (biasanya disebut sebagai balancing spin atau mesin balancing) untuk menciptakan pemerataan berat.

Cara sistem balancing adalah dengan menempatkan bobot counter pada permukaan luar velg untuk mengimbangi ketidakseimbangan. Pada pekerjaan balancing roda ban mobil diupayakan  distribusi berat menjadi  hampir sempurna.

Apabila roda (velg dan ban) sudah seimbang (balance) roda menjadi  tidak bergetar. Ban akan berputar halus dan  imbang dan tenang pada porosnya.

Manfaat balance roda ban mobil

Bila ban yang telah menggelinding sejauh 7000 km, maka selama perjalanan telah mengalami belokan kiri dan kanan, mengenai gundukan dan lubang. Tidak bisa dielakkan bahwa ban mobil akan melewati berbagai kondisi permukaan jalan selama perjalanan, hal tersebut sangat mungkin mengakibatkan keausan ban menjadi tidak merata.

Selama dikendarai, mobil mengalami berbagai goncangan dan hentakan di perjalanan mengakibatkan data spooring mobil berubah, hal ini juga merupakan faktor yang menambah kemungkinan terjadinya keausan ban menjadi tidak merata.

Getaran pada ban yang tidak balance juga menghasilkan panas pada ban karena ban seperti tergesek kekanan dan kekiri pada permukaan jalan.

Ini akan mempercepat keausan ban. Jadi disamping melakukan rotasi ban mobil dengan benar sesuai petunjuk pabrikan, maka roda juga harus dibalance, walaupun mobil tidak ada keluhan pada steer.

Pertimbangannya adalah bahwa getaran pada ban akan selalu ada dan berubah kondisinya. Jadi setiap periode pemakaian tertentu misalnya 8 bulan sekali atau sekitar 60.000 s/d 80.000 km sekali atau sesuai petunjuk pemeliharaan ban harus dibalance. Balance roda juga dilakukan saat ganti ban baru.

Roda-roda mobil yang tidak balance biasanya akan menghasilkan getaran ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu. Hal akan ini mengurangi kenyamanan dalam mengemudi, mempercepat keausan dan mempersingkat  umur pemakaian komponen suspensi, komponnen sistem kemudi mobil dan ban.

Tanda bahwa roda mobil unbalance  adalah ketika roda kemudi mobil mulai goyah pada kecepatan tertentu. Ban yang  tidak balance  menimbulkan getaran dan kebisingan.

Ketika mengemudi dengan roda yang tidak balance, secara harfiah roda akan bergoyang-goyang dan memantul selama perjalanan dengan kata lain tidak berputar dengan lancar dan mulus.

Mobil keluaran terbaru telah mengaplikasikan sistem suspensi yang ringan, oleh karena itu lebih sensitif terhadap ketidakseimbangan atau getaran apabila dibandingkan dengan mobil lama. Keausan yang terjadi pada permukaan telapak ban selama dipakai berkendara menjadikan balance roda berubah.

Setiap mobil yang melaju pada kecepatan 60 km/jam – 80 km/jam, akan mengalami setir mobil bergetar. Getaran setir mobil ini akan hilang bila mobil berjalan dengan kecepatan lebih lambat atau kecepatan lebih tinggi.

Kondisi ini dimungkinkan oleh salah satu faktor penyebabnya adalah roda yang tidak balance. Stir mobil bergoyang kiri-kanan sendiri ketika melaju pada kecepatan tertentu disebut sebagai “shimmy”.

Roda mobil yang balance akan selalu menapak pada permukaan jalan dengan konstan. Roda yang tidak balance dapat mengurangi kontak aspal jalanan dan mengakibatkan getaran pada steer.

Kalau sudah bergetar, maka akan kerusakan pada sistem kemudi dan rem. Kerusakan bisa berupa kerusakan suspensi, bearing roda dan komponen sistem kemudi.

Roda mobil yang seimbang (balance) akan terhindar dari keausan prematur ban, memperpanjang kelayakan komponen sistem suspensi dan menurunkan konsumsi bahan bakar.

Comments

Popular posts from this blog

Servis Rutin Berkala Cek Kondisi Motor Bikin Rasa Mesin Baru

Panduan Mudah Cara Mengembalikan Indra Perasa dan Indra Penciuman - Anosmia