Minimalisir Efek Kerusakan Mobil Terendam Banjir

#MobilBanjir #EcuMobil #TipsOtomotif

Efek Kerusakan Mobil Terendam Banjir | Wilayah kawasan rentan banjir di Indonesia memang banyak. Kadang, banjir merendam kota hingga beberapa hari. Ironis memang. Banjir, tentu memberikan efek kerugian yang banyak. Begitu juga dengan kerusakan mobil yang disebabkan oleh banjir. Kerusakan mobil yang terendam banjir.

mobil terendam banjir

Efek kerusakan akibat mobil terendam banjir tidak bisa terelakan. Yang bisa dilakukan hanya meminimalisir kerusakannya saja. Paling tidak, bisa menyelematkan bagian komponen yang bisa diselamatkan.

Salah satu cara meminimalisir efek kerusakan mobil terendam banjir adalah dengan memutus hubungan listrik dengan aki (accu) mobil. Tidak cukup hanya dengan posisi switch kontak OFF saja, tetapi lepas kabel aki-nya. Sebisa mungkin copot aki keluar dari mobil.

Kalau aki masih berada di dalam mobil, takut dikhawatirkan masih terjadi kongsleting listrik. Perlu diingat, bahwa air dapat menghantarkan listrik. Maka lebih baik, aki di copot saja. Intinya adalah putus hubungan dengan sumber listrik.

Dengan memutus hubungan listrik pada aki mobil, akan mengurangi kerusakan pada perangkat elektronik terhadap konsleting listrik. Salah satunya adalah komponen ECU mobil.

Sudah diketahui umun, bahwa ECU mobil merupakan otak kendali kendaraan. ECU mengontrol mobil secara elektronik. Apapun semua yang ada di mobil di kontrol oleh ECU. Ini merupakan komponen penting.

Bila ECU mobil terendam banjir dalam waktu lama, bisa mengakibatkan karat dan kerusakan pada komponen elektronika. Bisa dibayangkan, bahwa daleman ECU mobil itu hampir sama persis dengan motherboard playstation. Komponennya sensitif.

Namun, bila mobil sudah terlanjur terendam banjir, maka jangan panik dulu. Masih ada cara untuk menyelamatkan ECU mobil. Ini cara terakhir yang bisa dalam pertolongan ECU mobil terendam banjir.

Pertama, buka box ECU mobil. Saat membuka, jangan sampai merusak sirkuit PCB dan komponen elektroniknya. Kedua, keringkan ECU mobil. Tapi jangan di jemur di sinar matahari, cukup diangin-anginkan saja. Ketiga, Bersihkan sirkuit PCB dan komponen elektronik ECU menggunakan bensin atau thinner. Kuas menggunakan sikat gigi atau kuas cat kecil. Bersihkan hingga kerak dan karat pada rontok. Lalu keringkan dengan cukup di angin-anginkan saja.

Kempat, lapisi sirkuit PCB dengan cairan gondorukem (rendaman batu gondorukem dalam thinner) atau perlak atau cat pernis. Ini untuk melapisi kembali sirkuir PCB terhadap karat. Cara ini biasa dilakukan pada teknisi elektronika dalam menghindari karat dan konsleting. Lalu keringkan ditempat teduh.

Jika sudah, maka bisa dipasang lagi dan di coba. ECU yang masih bagus akan berjalan normal dan mesin bisa di hidupkan. Kontrol sensor dan mesin menyala normal.

Akan tetapi, bila tetap ECU mobil tidak bisa berfungsi alias rusak, coba masukkan ECU mobil kedalam frezzer kulkas selama satu hari. Aneh memang, tapi ini treatment terakhir mengatasi kerusakan komponen elektronika. Kalau ini di jelaskan alasannya, akan terlalu rumit dan panjang lebar. Intinya, treatment ini berhubungan dengan material komponen elektronika.

Tags: elektronika mobil mobil kebanjiran tips otomotif

Related Post "Minimalisir Efek Kerusakan Mobil Terendam Banjir"

Hal Umum Penyakit Motor Matic Yang Sering Terjadi
Penyakit Motor Matic | Hujan dan genangan
Tips Bagi Anda Yang Ingin Beli Mobil Bekas Taksi
#Taksi #Mobil #BursaOtomotif Tips Beli Mobil Bekas
  1. Tips Membersihkan Interior Mobil Pasca Kebanjiran2 years agoReply

    […] Untuk komponen elektrikal mobil, harus hati-hati penanganannya. Bersihkan semua soket-soket jalur kabel pada bagian part komponen elektrikal. Setelah itu, lepas semua perangkat elektronik yang¬† ada di mobil. Cara penanganan perangkat elektronika mobil, akan saya bahas di lain waktu. Namun, perlakuan penanganan perangkat elektronika mobil pasca kebanjiran, sama dengan penanganan ECU mobil pada mobil yang kebanjiran. Ini bisa di baca pada artikel Minimalisir Efek Kerusakan Mobil Terendam Banjir. […]

Leave a reply "Minimalisir Efek Kerusakan Mobil Terendam Banjir"