Disaat Touring, Sebaiknya Kenali Tugas dan Posisi Rider

#AturanTouring #PetugasKonvoi #Touring #KonvoiRider

Tugas dan Posisi Rider | Pengalaman pertama kali mengikuti touring memang membuat perasaan was-was. Khawatir bila disaat nanti akan ketinggalan dengan yang lainnya atau mengalami trouble di tengah perjalanan.

posisi rider dan petugas touring

Perlu diketahui umum, bahwa dalam iring-iringan biker saat touring sudah terdapat skema touringnya. Dari petugas touring, posisi rider, formasi touring baris motor dan kode tanda situasi pada saat konvoi pun telah ada.

Jangan takut ketinggalan dan jangan khawatir bila mengalami trouble ditengah jalan. Semua kendala yang terjadi dijalanan akan ditangani rider lainnya. Sebelum ikut touring motor, sebaiknya kenali tugas dan posisi rider pada saat konvoi.

ROAD CAPTAIN (RC)

RC ini bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan selama touring motor berlangsung. Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung. Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui. Menentukan rest point dan pom bensin. Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring yang lain. Selain itu road captain bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat touring berjalan.

SAFETY OFFICER (SO)

SO ini bertanggung jawab untuk memastikan kelayakan jalur yang akan dilalui peserta touring. Dalam tugasnya, safety officer selalu berkordinasi dengan vorijder dalam hal mengatur ritme kecepatan rider. Selain itu, So juga harus memahami arah dan rute perjalanan dan kondisi jalan yang akan di lalui. Safety officer berada di posisi paling depan dari rombongan dan diperbolehkan jauh mendahului untuk mengantisipasi keadaan.

VORIJDER (VO)

VO bertugas memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC. Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya. Selain itu, Vorijder juga harus mengenali rute yang akan dilalui, rest point dan pom bensin terdekat.

SWEEPER (SW)

Posisi sweeper terbagi menjadi 2; Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (EndSweeper). SW bertugas untuk memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat touring motor berlangsung.

Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble. Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.

Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.

Selain itu, sweeper juga harus memastikan para rider dalam posisinya masing-masing. Bila terjadi trouble ditengah jalan. Sweeper akan menemani rider sembari menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.

TECHNICAL OFFICER (TO)

Hal mutlak yang harus dikuasai TO adalah bisa melakukan teknik dasar perbaikan kendaraan disaat terjadi trouble. Selain itu, technical officer juga harus membawa tool kit standard perbaikan ringan. Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan. Bila terjadi trouble yang tidak dapat ditangani, maka TO akan memberikan rujukan bengkel terdekat.

Bila terdapat trouble mekanis dalam perjalanan, maka TO akan memberikan masukan secara teknik kepada seluruh petugas untuk mengatur ritme kecepatan motor.

MEDICAL OFFICER (MO)

Petugas MO harus bisa melakukan dasar-dasar P3K bila terjadi insiden kecelakaan pada rider. Mempersiapkan obat-obatan standard dan berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lajut bila terjadi resiko yang cukup fataldengan merujuk ke rumah sakit terdekat.

Bila terjadi insiden kondisi medis, maka modical officer akan berkoordinasi dengan seluruh petugas.

Kedisiplinan petugas konvoi dan peserta konvoi sendiri, menjadi kunci utama dalam kelancaran disaat touring. Rasa kebersamaan yang kuat telah menjadi bagian dari para rider. Jadi, jangan khawatir dan was-was bila ingin mengikuti touring.

Asalkan mengikuti dan memperhatikan tips touring motor ini dan setap safety, tetap  sehat dan tetap tertib di jalan, maka bisa kemungkinan besar perjalanan touring akan lancar sesuai yang diharapkan

Tags: info otomotif kamus otomotif motor touring safety riding tips jalanan

Related Post "Disaat Touring, Sebaiknya Kenali Tugas dan Posisi Rider"

Wiring Diagram Kawasaki KLX 250 Keluaran Tahun 2012 Sampai 2015
#Kawasaki #KLX250 #MotorTrail Wiring Diagram Kawasaki KLX
Skema Kelistrikan Wiring Diagram Kawasaki KLX 250 Tahun 2008 – 2011
#Kawasaki #KLX250 #MotorTrail Wiring Diagram KLX 250
Wiring Diagram Kelistrikan Kawasaki KLX 250 Tahun 2006 – 2007
#Kawasaki #MotorTrail #KLX250 Kelistrikan Kawasaki KLX 250
Wiring Diagram Kelistrikan Honda CBR 250R
#Honda #CBR250 #WiringDiagram Kelistrikan Honda CBR 250R |

Leave a reply "Disaat Touring, Sebaiknya Kenali Tugas dan Posisi Rider"