Teknologi Terbaru Rekayasa Mesin Rotary Mazda

adsense-fallback

#RotaryEngine #MesinMazdaRX #TeknologiMesinMobil

Mesin Rotary Mazda | Penemu rotary engine adalah Felix Wankel. Dahulu kalan, mesin rotary dipakai pada engine pesawat tempur Jerman di tahun 50an. Pada mesin rotary, piston merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi). Tidak seperti mesin pada umumnya yang bergerak vertikal ataupun horisontal.

adsense-fallback

Namun, saat ini mesin rotary mulai dikembangkan untuk diaplikasikan pada produk otomotif. Beberapa perusahaan otomotif yang mulai mengembangkan rotary engine adalah GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda.

Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963, mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar. Tradisi itu  berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk mobil sport Mazda RX-series.

Seiring rumor akan hadirnya RX-7 dan RX-8. Dan penggunaan mesin rotary terdapat mobil sport Mazda RX-series. Mesin ini merupakan generasi terbaru dengan kode 16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan penyematan teknologi baru.

Oleh Mazda, mesin rotary di beri sentuhan teknologi khas Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar. Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.

Selanjutnya, dalam mesin digunakan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil. Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat.

Kendala bahwa mesin rotary boros oli mesin juga diatasi dengan mengubah dan memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik pelumasan.

Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin mobil. Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800cc x 2 (sebelumnya 654cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp (dari sebelumnya 260 hp).

Siklus dari sebuah mesin rotary

Perhatikan bahwa masing-masing empat stroke diwakili oleh sisi persegi dan bahwa Top Dead Center (TDC) dan Bottom Dead Center (BDC), ruang volume maksimum dan minimum, berada di sudut. Rotor berputar di satu maju tingkat ketiga poros eksentrik dan dibutuhkan 270 derajat putaran poros eksentrik antara TDC dan BDC dan sebaliknya.

adsense-fallback